Silver Heritage Group Masuk Ke Tahap Pengawasan Menyusul Ancaman Kebangkrutan

Silver Heritage Group Masuk Ke Tahap Pengawasan Menyusul Ancaman Kebangkrutan

Operator casino Asia, Silver Heritage Group mengumumkan bahwa mereka akan memasuki tahap administrasi sukarela. Perusahaan tersebut telah menunjuk Ryan Eagle dan Amanda Coneyworth yang berasal dari KPMG sebagai administrator sukarela perusahaan.

Silver Heritage dilaporkan tengah menjajaki pilihan untuk menghasilkan likuiditas sebelum adanya pandemi seperti saat ini dan mereka mendapatkan respon dari beberapa pihak mengenai kemungkinan transaksi.

Silver Heritage Group Masuk Ke Tahap Pengawasan Menyusul Ancaman Kebangkrutan
Silver Heritage Group Masuk Ke Tahap Pengawasan Menyusul Ancaman Kebangkrutan

Namun, pada Maret, perusahaan dipaksa untuk menutup fasilitas yang mereka miliki di Nepal karena adanya pembatasan COVID-19 termasuk Tiger Palace Resort Bhairahwa dan Millionaire’s Club and Casino Kathmandu.

Sebagai hasilnya, adalah transaksi yang telah dijanjikan oleh beberapa pihak tersebut tidak dapat dieksekusi.

Kreditur utama perusahaan yaitu OCP menyediakan tambahan dana pada Januari 2020 untuk mendukung perusahaan tetapi OCP mengumumkan bahwa mereka tidak akan dapat menyediakan dukungan lebih jauh karena juga mengalami masalah likuiditas.

“Kami diberitahu pada 18 Mei 2020 bahwa direktur perusahaan menyimpulkan bahwa perusahaan telah bangkrut atau kemungkinan besar akan bangkrut diwaktu yang akan datang dan oleh karena itu pihak administrator ditunjuk oleh perusahaan,” tulis Silver Heritage.

Administrator saat ini memegang kendali operasi perusahaan dan meninjau posisi keuangan yang mereka miliki.